Augmented Reality Magic Book

By
Advertisement
augmented reality
setelah pada pembahasan sebelumnya telah kita ketahui bahwa teknologi AR dengan segala kemungkinannya dapat diimplementasikan pada berbagai media, termasuk buku. Penggabungan antara buku dengan teknologi AR menciptakan media baru bernama buku berbasis AR. Agar dapat bekerja dengan sempurna buku berbasis AR secara garis besar memiliki dua komponen utama, yaitu buku yang dilengkapi dengan marker pada hampir setiap halamannya, dan yang kedua yaitu peralatan untuk menangkap marker dan menampilkan hasilnya. Alat tersebut dapat berbentuk handheld display (HHD), head mounted display (HMD), virtual retinal display (VRD), atau bahkan tampilan berbasis layar biasa. Fakta yang menarik yaitu sejak diciptakannya pada tahun 2001, buku berbasis AR ini lebih dikenal luas dengan nama The MagicBook. Nama The MagicBook sendiri berasal dari tiga nama pelopor pengembangan buku berbasis AR tersebut. Mereka adalah Mark Billinghurst, Hirokazu Kato, Ivan Poupyrev.

Penelitian mereka saat itu difokuskan untuk mengeksplorasi bagaimana suatu interface dibuat sehingga memungkinkan untuk penggabungan/perpindahan yang tak terlihat antara realitas nyata, AR, dan immersive VR dalam setting yang saling berkolaborasi. Menurut Penelitian (Mark Billinghurst et al, 2001) The MagicBook setidaknya mendukung kolaborasi dalam tiga tingkatan:

· Buku sebagai objek fisik: sama dengan menggunakan buku biasa, dapat dibaca seperti biasa sendiri atau bersama-sama.

· Buku sebagai objek AR: pengguna dengan peralatan AR display dapat melihat objek virtual muncul diatas halaman buku tersebut.

· Buku sebagai lingkungan virtual: pengguna dapat bersama-sama masuk seutuhnya ke dalam dunia virtual di dalam buku tersebut dan melihat pengguna lain dalam bentuk avatar sebagai bagian dari isi buku.

semakin tertarik membangun augmented reality?? tunggu postingan tools untuk mendevelop ar disini :)


sumber : segala postingan jurnal-jurnal dari team AR dan pembahasannya :)

0 komentar:

Posting Komentar