Resensi Buku Augmented Reality

By // 4 komentar:

Resensi Buku
Augmented Reality with ARToolKit
Judul Buku    : Augmented Reality with ARToolKit
Penulis           : Anggi Andriyadi,Skom.
Penerbit          : NulisBuku.com
Tahun Terbit   : 2012
Tempat Terbit : Jakarta

Buku ini bercerita tentang teknologi baru di dunia IT yaitu Augmented Reality. Sebuah teknologi baru yang menggabungkan dunia nyata dan virtual secara real time. Pada awalnya penulis mengumpulkan materi buku lewat sebuah situs blog yang diberi nama http://belajar-ar.blogspot.com, menamakan diri sebagai A.R.T (Augmented Reality Team) bersama beberapa rekannya penulis men-share­ ilmu yang dimiliki lewat media-media sosial.
Keunggulan Buku :
Buku ini merupakan buku pertama hasil karya anak bangsa mengenai Augmented Reality tidak heran bila buku ini menjadi buku yang wajib dimiliki oleh anak-anak IT bila ingin mengambil materi AR dalam tugas akhir. Pembahasan yang ada pada buku ini pun bisa dibilang cukup lengkap dari awal pengenalan AR hingga AR tingkat lanjut, padat dan to the point sehingga mudah untuk dimengerti dan dipelajari oleh orang awam.
Kelemahan Buku :
Adapun kelemahan buku ini tidak terlalu mengganggu, hanya saja bahasa yang dibuat oleh penulis kurang sesuai dengan EYD, karena buku ini merupakan hasil dari blog yang dibukukan maka bila para pembaca mengikuti blog penuli akan menemukan kesamaan antara isi blog dengan isi buku, selain itu untuk mendapatkan buku ini harus melakukan pemesanan secara online pada pihak penerbit.
Jika anda membaca buku ini, maka anda tidak akan dapat menahan diri untuk mencoba beberapa contoh yang terdapat pada buku ini, sehingga pengetahuan akan teknologi semakin luas anda ketahui.

Rancangan Penelitian

By // Tidak ada komentar:
Rancangan Penelitian

Banyak definisi yang dikemukakan berkenaan dengan rancangan penelitian atau research design, namun apa pun bunyi definisi tersebut, rancangan penelitian pada dasarnya merupakan “blueprint” yang menjelaskan setiap prosedur penelitian mulai dari tujuan penelitian sampai dengan analisis data. Komponen yang umumnya teradap dalam rancangan penelitian adalah :

1.      Tujuan penelitian
2.      Jenis penelitian yang akan digunakan
3.      Unit analisis atau populasi penelitian
4.      Rentang waktu dan tempat penelitian dilakukan
5.      Teknik pengambilan sampel
6.      Teknik pengumpulan data
7.      Definisi operasional variabel penelitian
8.      Pengukuran
9.      Teknik analisis data.
10.   Instrumen pencarian data (mis. Kuesioner)

Pertama : Tujuan Penelitian
Yang dimaksud dengan tujuan penelitian adalah hasil akhir penelitian itu  sendiri. Fungsi tujuan penelitian, di samping untuk mengarahkan proses penelitian, juga dapat dijadikan tolok ukur keberhasilan penelitian. Tujuan penelitian dapat dinyatakan dalam bentuk pertanyaan penelitian (research questions) dan atau juga hipotesis penelitian

Kedua : Jenis penelitian yang akan diaplikasikan
Beberapa jenis penelitian yang banyak dipakai dalam ilmu administrasi atau manajemen adalah penelitian deskriptif, korelasional, eksperimental. Penelitian deskriptif bertujuan memberikan gambaran fenomena yang diteliti secara apa adanya, namun lengkap dan rinci. Satu contoh yang banyak dari penelitian deskriptif adalah penilaian sikap atau pendapat dari individual, organisasi, peristiwa, atau prosedur kerja. Beberapa contoh pertanyaan penelitian yang dicoba ditemukan jawabannya melalui penelitian deskriptif adalah sebagi berikut :
  • Bagaimana manajer menghabiskan waktu kerjanya?
  • Bagaimana sikap pegawai terhadap jadwal kerja “flex-time”?
  • Bagaimana organisasi melakukan proses seleksi pegawai ?
  • Bagaimana koordinasi kerja antar bagian dalam organisasi?


Ketiga : Unit analisis atau populasi penelitian
Individual. Misalnya ingin mengetahui kepuasan pegawai, maka unit analisisnya adalah individu-individu pegawai.
Kelompok. Misalnya ingin mengetahui kinerja antar departemen atau gugus kendali mutu, maka unit analisisnya adalah kelompok.
Organisasi. Misalnya ingin mengukur kualitas pelayanan kantor X, maka unit analisisnya adalah organisasi.
Benda. Misalnya menilai kualitas susu bubuk untuk bayi, maka unit analisis- nya adalah produk, berupa susu bayi.


Keempat : Rentang waktu penelitian
  1. One shot or Cross section studies, data dikumpulkan hanya sekali.
  2. Longitudinal studies, data dikumpulkan dalam beberapa periode waktu tertentu. Misalnya untuk meneliti disiplin pegawai, peneliti mengamati perilaku pegawai selama enam bulan

Kelima : Teknik pengambilan sampel
Secara umum ada dua teknik, yaitu sampling probabilistik dan nonproba-bilistik, atau acak dan non-acak. Dalam sampel acak antara lain terdapat simple random sampling, stratified random sampling, area sampling, cluster sampling, systematic sampling. Dalam nonprobabilistic sampling antara lain terdapat accidental sampling, convienience sampling, snow-ball sampling, purposive sampling. Kesemua teknik tersebut dibahas secara lebih mendalam dalam teknik sampling.

Keenam : Teknik Pengumpulan data
Kita mengenal beberapa teknik pengumpulan data, yaitu wawancara, kuesioner, observasi, dan studi dokumentasi. Sebuah penelitian bisa hanya menggantungkan pada satu cara pengumpulan data, tetapi bisa juga mengkombinasikannya. Misalnya, untuk mencari data dari variable motivasi kerja menggunakan kuesioner, sedangkan untuk mencari data pendapatan, gaji, atau upah, menggunakan teknik observasi.

Ketujuh : Definisi operasional variabel penelitian
Bagi penelitian kuantitatif, langkah ini mutlak dilakukan. Yang dimaksud dengan definisi operasional variabel adalah upaya untuk mengurangi keabstrakan konsep atau variabel penelitian, sehingga bisa dilakukan pengukuran. Beberapa peneliti menggunakan istilah indikator. Misalnya, untuk mengukur disiplin pegawai, maka dihitung frekuensi ketepatan masuk kerja, kepatuhan pada peraturan, dlsb. Untuk mengetahui produktivitas, dihitung perbandingan antara hasil herja dengan waktu kerja.

Kedelapan : Pengukuran variabel penelitian
Jenis skala pengukuran untuk setiap variabel penelitian perlu diketahui dengan benar. Hal ini berguna untuk menetapkan rumus atau perhitungan-perhitungan statistik. Misalnya, untuk variabel yang berskala nominal tidak mungkin dihitung rata-ratanya. Skala pengukuran yang ada adalah nominal, ordinal, interval, dan rasio.

Kesembilan : Teknik analisis data
Sebelum data dianalisis, diolah terlebih dahulu. Maka dikenal proses editing, coding, master table, dan lain-lainnya. Analisis data mencakup kegiatan mengukur reliabilitas dan validitas, mean, deviasi standar, korelasi, distribusi frekuensi, uji hipotesis, dan lain sebagainya.

Kesepuluh : Instrumen Pencarian Data
Ada beberapa alat yang dikenal sebagai alat pengambil data dalam penelitian sosial / bisnis. Alat-alat tersebut mencakup wawancara, kuesioner atau angket, observasi, dan studi dokumentasi






Tujuan Penelitian adalah menguji hipotesis di bawah ini :
Dari kerangka teoritis yang telah diuraikan, lima hipotesis dikembangkan dalam penelitian ini :
1.      Makin tua usia pegawai, makin tinggi komitmen pada organisasi
2.      Jika pegawai mempunyai sikap positif  terhadap kebijaksanaan organisasi dalam memberikan kesempatan untuk maju bagi mereka, maka komitmen pada organisasi akan makin tinggi.
3.      Ada hubungan positif di antara komitmen pada organisasi dengan lama kerja
4.      Pegawai wanita mempunyai komitmen lebih tinggi pada organisasi dibanding dengan pegawai pria.
5.      Ada hubungan positif di antara kepuasan kerja pegawai dengan komitmen pada organisasi.

Metode Penelitian :

a.      Jenis Penelitian :  Karena tujuan penelitian adalah ingin mengetahui hubungan-hubungan di antara beberapa variabel independen dengan satu variabel dependen, maka jenis penelitian yang dipergunakan adalah penelitian korelasional.
b.      Unit Analisis : Karena peneliti tertarik pada tingkatan komitmen pada organisasi para pegawai, maka unit analisis proyek penelitian ini adalah setiap individu pegawai.
c.       Populasi dan sampel : Populasi penelitian adalah seluruh pegawai yang bekerja di organisasi “X”. Karena penelitiannya masih bersifat eksploratif, maka sampel ditarik dengan teknik convenience sampling.
d.      Teknik Pengambilan data :  Data diambil dengan menggunakan daftar pertanyaan (kuesioner), disebarkan di kalangan pegawai di organisasi “X”.


sumber :
http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=rancangan+penelitian&source=web&cd=1&ved=0CFsQFjAA&url=http%3A%2F%2Fusepmulyana.files.wordpress.com%2F2008%2F11%2Francangan-penelitian.doc&ei=dvDFT4TBKoLUrQfDkKS1BQ&usg=AFQjCNEppeoynDU5qiOI0_6Lw1A0lL7JGw 
(diakses pada tgl. 29 Mei 2012, 17:17)

Dampak Perdagangan Bebas Bagi Lulusan Komputer

By // Tidak ada komentar:
Dampak Perdagangan Bebas Bagi Lulusan Komputer
Dewasa ini globalisasi informasi mengalami perkembangan pesat dan telah merambah ke berbagai aspek kehidupan manusia. Untuk itu diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang tidak hanya menguasai aspek-aspek materi dari teknologi yang ada, melainkan juga mampu menerapkan dan mengembangkan teknologi tersebut di berbagai bidang. Perguruan tinggi merupakan suatu wadah yang digunakan untuk Research & Development (R&D) serta arena penyemaian manusia baru untuk menghasilkan generasi yang memiliki kepribadian serta kompetensi keilmuan sesuai bidangnya. Kebutuhan SDM di bidang teknologi informasi menjadi semakin besar, seiring relokasi industri TI dari negara maju ke negara berkembang. Kenyataan itu seharusnya menjadi kabar baik bagi para Sarjana Komputer (S.Kom) di Indonesia, agar bisa mengisi kesempatan kerja di bidang TI tersebut. kebutuhan tenaga kerja profesional bidang TI terus tumbuh, seiring dengan produk dan layanan TI yang makin berkembang.
Industri TI, terus melangkah maju dengan perusahaan raksasa kelas dunia, seperti Microsoft dan IBM. Khusus di Indonesia industri TI dapat dikembangkan dan menyumbangkan devisa negara, paling tidak sekitar USD 8,2 miliar sampai tahun 2010. Target ini tidak berlebihan karena pasar dunia TI sudah mencapai USD 1 triliun. Kebutuhan SDM TI profesional semakin tinggi, sehingga memungkinkan banyak pekerjaan di bidang TI yang bisa dilakukan. Tenaga TI profesional tidak mudah diperoleh bahkan di Lembah Silikon (AS) sekalipun masih kekurangan SDM TI. Mereka mendapatkan SDM TI dengan mengimpor dari India dan Cina, atau melakukan relokasi pabriknya ke negara berkembang seperti Indonesia. Teknologi Informasi saat ini sudah menjadi kebutuhan pokok setiap organisasi atau perusahaan, karena merupakan senjata paling ampuh untuk memenangkan persaingan yang semakin kompetitif. Teknologi Informasi tidak lagi dipandang sebagai biaya, akan tetapi merupakan investasi mutlak demi kelangsungan hidup perusahaan. Investasi ini akan menjadi sia-sia tanpa dukungan SDM yang unggul dan memiliki keterampilan serta profesionalisme di bidang Teknologi Informasi.
Sebagai solusi dari permasalahan diatas, maka perlu dicetak PROFESIONAL TI yang siap terap, handal dan mandiri, siap berkompetensi dalam kancah perkembangan teknologi global yang sarat keunggulan. Jadikan anda unggul keahlian, unggul kreatifitas, dan unggul kepribadian dibidang TI dan Bahasa Inggris. Menimbang hal di atas, Fakultas Teknologi Informasi di beberapa PTS menyelenggarakan Program S-1 Sistem Informasi dan S-1 Teknik Informatika dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan akan SDM yang profesional di bidang teknologi informasi. Selain itu juga untuk menjembatani antara kepentingan industri dan masyarakat profesi dengan kepentingan akademik, maka disusunlah kurikulum berbasis kompetensi, dimana selain muatan-muatan inti, diberikan pula muatan-muatan lokal yang mendukung ranah bisnis dan manajemen (S-1 Sistem Informasi) serta basis pengetahuan terapan dan perekayasaan perangkat lunak (S-1 Teknik Informatika). Diharapkan melalui program ini dapat dihasilkan lulusan yang memiliki daya saing, jiwa kewirausahaan, dan memiliki wawasan teknologi informasi yang memadai sehingga tidak gagap ketika tiba waktunya untuk menerapkan ilmunya di masyarakat.



S-1 SISTEM INFORMASI.
Jurusan Sistem Informasi (S1) memiliki 3 Kompetensi Bidang Keahlian.

Bidang
Keahlian
Prospek Karir & Profesi
Manajemen
Informatika
Bidang Manajemen adalah satu disiplin yang dibutuhkan untuk melengkapi bidang keilmuan lainnya. Tanpa ilmu manajemen, sebuah bisnis akan mengalami kesulitan untuk memenangkan persaingan. Berangkat dari logika ini, bidang keahlian ini berusaha melakukan penggabungan antara ilmu manajemen dan ilmu komputer terapan agar menghasilkan tenaga-tenaga Sarjana Komputer yang tidak hanya menguasai pengetahuan komputer, namun juga memiliki pengetahuan manajemen, sehingga tidak hanya ahli dalam rekayasa sistem informasi manajemen, akan tetapi juga dalam pengembangan aplikasi bagi kebutuhan manajemen

Salah satu nilai lebih para lulusan Sarjana Komputer (S.Kom) yang menyandang gelar Sarjana Sistem Informasi bidang keahlian manajemen informatika adalah kualifikasi mereka yang mampu mengisi posisi-posisi dalam ruang lingkup yang sangat luas, terutama dibidang manajemen teknologi informasi.

Komputerisasi
Akuntansi
Teknologi komputer didisain untuk memudahkan penggunanya. Dewasa ini penggunaan sistem komputer merupakan keharusan dalam menunjang kinerja perusahaan. Bidang Akuntansi adalah salah satu bidang yang dituntut untuk mengikuti perkembangan zaman.  Perkuliahan mata kuliah Akuntansi berbasis komputer selain membentuk ahli-ahli akuntansi berkualitas tinggi, tetapi juga menjadi tenaga profesional yang handal dalam rekayasa sistem informasi akuntansi serta terampil dalam bidang pengembangan sistem akuntansi, baik yang berbasis komputer maupun manual. Bidang keahlian Komputerisasi Akuntansi mempersiapkan para mahasiswanya untuk bekerja dan membina karir di bidang pengembangan sistem informasi akuntansi yang sangat menunjang semua sektor industri.

E-Commerce
Membangun jaringan bisnis melalui internet menjadi salah satu alternatif pilihan pelaku bisnis dalam memasarkan produk dan jasanya. Untuk mewujudkan hal ini dibutuhkan strategi manajemen yang tepat disamping pengetahuan yang memadai tentang karakter dari e-commerce itu sendiri. Sektor industri e-commerce seperti perusahaan-perusahaan trading, export-import, hotel dan perbankan adalah beberapa sektor industri yang sangat membutuhkan keahlian di bidang e-commerce.

Bidang keahlian ini diharapkan dapat bekerja pada sebuah perusahaan yang bergerak di bidang e-commerce atau bidang internet, untuk mengimplementasikan pengetahuan manajemen dan akuntansi yang diperolehnya secara profesional dalam rangka melakukan rekayasa sistem perdagangan elektronik (e-commerce) & pengembangan sistem informasi berbasis web.








S-1 TEKNIK INFORMATIKA.
Jurusan Teknik Informatika (S1) memiliki 3 Kompetensi Bidang Keahlian.

Bidang
Keahlian
Prospek Karir & Profesi
Rekayasa
Perangkat
Lunak
Pesatnya kemajuan teknologi, serta meningkatnya permintaan akan tenaga profesional untuk membangun perangkat lunak di setiap bidang merupakan salah satu alasan mengapa jurusan rekayasa perangkat lunak mengundang banyak peminat. Dengan menerapkan sistem learning by doing, serta kurikulum dengan standar internasional para mahasiswa diarahkan untuk dapat mempelajari & menguasai teknologi informatika melalui metodologi yang mutakhir, khususnya dalam bidang perangkat lunak sehingga mampu melakukan rancang bangun perangkat lunak berbasis data dan sistem informasi.

Para Sarjana Komputer (S.Kom) yang menyandang gelar Sarjana Teknik Informatika bidang keahlian rekayasa perangkat lunak memiliki peluang terbesar untuk bekerja pada berbagai sektor industri produk maupun jasa, untuk mengisi posisi pada departemen teknologi informasi (EDP) dan information system development, atau bekerja sebagai System Analyst, System Support, Database Administrator dan Programmer.
Disain Grafis &
Multimedia
Perkembangan bidang kreatif terus meningkat seiring dengan meningkatnya kebutuhan komunikasi secara visual / grafis. Kebutuhan akan software grafis dan multimedia berkembang pesat seiring dengan aplikasinya, dalam berbagai macam industri seperti advertising dan film animasi. Seiring dengan kondisi ini, maka diperlukan juga tenaga-tenaga ahli yang mampu mendukung pengembangan software grafis dan multimedia. Dengan mengikuti pendidikan ini mahasiswa diharapkan mampu menciptakan disain grafis yang berorientasi multimedia serta mampu membuat teknik-teknik baru dalam pengolahan citra (grafis) dan suara. Selain itu pula diharapkan mampu membuat software yang dapat mengenali ucapan/suara manusia, untuk diterjemahkan kedalam tulisan atau sebaliknya, dan hal tersebut merupakan sebuah contoh kecil produk yang diharapkan dapat dikembangkan oleh para mahasiswa.

Berbekal pengetahuan mengembangkan software grafis & multimedia, para Sarjana Komputer yang menyandang gelar Teknik Informatika bidang keahlian Disain Grafis & Multimedia dapat memasuki berbagai macam industri seperti software house, otomasi perkantoran, perusahaan yang bergerak di bidang sistem pengamanan (security system) menggunakan citra / grafis / biometric, perusahaan yang bergerak dibidang advertising, entertainment dan multimedia.

Perangkat
Lunak Sistem
& Jaringan

Dampak globalisasi dan persiapan menuju era free-trade menyebabkan pengolahan data, informasi dan otomasi pada industri-industri berskala international menjadi sangat signifikan. Keberhasilan & kemajuan di lapangan ditentukan oleh kecepatan proses pengolahan materi informasi selain juga ketepatan, akurasi dan fleksibilitas infrastruktur jaringan. Melalui mata kuliah yang dirancang khusus, untuk menjawab perkembangan teknologi informasi yang sedemikian pesat, para mahasiswa jurusan Teknik Informatika untuk bidang keahlian perangkat lunak sistem & jaringan diharapkan dapat membangun atau merancang sistem jaringan yang mampu mengakses informasi secara cepat, tepat & akurat di sektor industri manapun, tempat dimana mereka bekerja di masa depan. Khususnya merancang bangun perangkat lunak berbasis jaringan, antarmuka perangkat keras dan komunikasi data.

Tingginya kebutuhan akan tenaga ahli dalam perangkat lunak sistem dan jaringan menyebabkan profesi ini menjadi salah satu tulang punggung pada industri yang operasionalnya banyak mengandalkan pengolahan data berbasis jaringan. Diantaranya adalah internet service provider (ISP), manufacturing company dan berbagai industri sektor jasa, seperti : rumah sakit, hotel, bank, sekolah dan universitas.




PELUANG KARIR.
Peluang kerja di bidang Teknologi Informasi lainnya, yang saat ini masih banyak dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan baik di dalam maupun di luar negeri adalah :  System Analis, IT Help Desk, AutoCAD Drafter, Sales, Project Manager, Computer Operator, Programmer, Teknisi Komputer, EDP Staff, WebMaster, Web Chief Editor, Web Administrator, Web Designer, Software Engineer, Database Engineer,Manager Web Content, Unix Admnistration Manager, Director Software, Java Developer, Network Specialist, Network Manager, System Architect.
 (sumber : www.i2bc.org/news/itnews3.html &  www.jobsdb.com )
TataSutabri.26012010.SEAB
Sumber http://tatasutabri.multiply.com/journal/item/12/Prospek_Karir_SARJANA_KOMPUTER?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem (diunggah oleh sumber pada 25 Januari 2010 dan dikutip oleh saya pada 29 Maret 2012)

Perbedaan Karangan

By // Tidak ada komentar:
KARANGAN ILMIAH
Menurut Brotowidjoyo, karangan ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuanyang menyajikan fakta 
dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar. Karya ilmiah dapat juga berarti
 tulisan yang didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu, disusun 
menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isinya dapat 
dipertanggungjawabkan kebenarannya/keilmiahannya (Susilo, M. Eko, 1995:11).Karya ilmiah atau
 dalam bahasa Inggris (scientific paper) adalah laporan tertulis dan publikasi yang memaparkan hasil
 penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi
 kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.Terdapat berbagai
 jenis karangan ilmiah, antara lain laporan penelitian,makalah seminar atau simposium, dan artikel 
jurnal yang pada dasarnya semua itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan.

Ciri Karya Ilmiah
Secara ringkas, ciri-ciri karya ilmiah dapat diuraikan sebagai berikut:
1.      Objektif.
Keobjektifan ini tampak pada setiap fakta dan data yang diungkapkanberdasarkan kenyataan yan  sebenarnya, tidak dimanipulasi. Juga setiap pernyataan atau simpulan yang disampaikan berdasar-kan bukti-bukti yang bisa dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, siapa pun dapat mengecek (memvertifikasi) kebenaran dan keabsahannya.
2.      Netral.
Kenetralan ini bisa terlihat pada setiap pernyataan atau penilaian bebas dari kepentingann –kepentingan tertentu baik kepentingan pribadi maupunkelompok. Oleh karena itu, pernyataan pernyataan  yang bersifat mengajak, membujuk, atau mempengaruhi pembaca perlu dihindarkan.
3. Sistematis.
Uraian yang terdapat pada karya ilmiah dikatakan sistematis apabila mengikuti pola pengembang-an tertentu, misalnya pola urutan, klasifikasi,kausalitas, dan sebagainya. Dengan cara demkian, pembaca akan bisa mengikutinya dengan mudah alur uraiannya.

4. Logis.
Kelogisan ini bisa dilihat dari pola nalar yang digunakannya, pola nalarinduktif atau deduktif.  Kalau bermaksud menyimpulkan suatu fakta atau data digunakan pola induktif; sebaliknya, kalau  bermaksud membuktikan suatu teori atau hipotesis digunakan pola deduktif.
5. Menyajikan Fakta (Bukan emosi atau perasaan)
Setiap pernyataan, uraian, atau simpulan dalam karya ilmiah harus faktual,yaitu menyajikan fakta. Oleh karena itu, pernyataan atau ungkapan yangemosional (menggebu-gebu seperti orang  berkampanye, perasaan sedih seperti orang berkabung, perasaan senang seperti orang mendapat-kan hadiah,dan perasaan marah seperti orang bertengkar) hendaknya dihindarkan.
6 Tidak Pleonastis
Maksudnya kata-kata yang digunakan tidak berlebihan alias hemat.Kata-katanya jelas atau tidak  berbelit- belit (langsung tepat menuju sasaran).
7 Bahasa yang digunakan adalah ragam formal.


KARANGAN NON ILMIAH
Karya non-ilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan  pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, bersifat subyektif,tidak didukung fakta umum,  dan biasanya menggunakan gaya bahasa yang popular atau biasa digunakan (tidak terlalu  formal).
Ciri-ciri karya tulis non-ilmiah :
· ditulis berdasarkan fakta pribadi,
· fakta yang disimpulkan subyektif,
· gaya bahasa konotatif dan populer,
· tidak memuat hipotesis,
· penyajian dibarengi dengan sejarah,
· bersifat imajinatif,
· situasi didramatisir,
· bersifat persuasif.
· tanpa dukungan bukti

KARANGAN SEMI ILMIAH
Semi Ilmiah adalah sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan dan penulisannyapun tidak semiformal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah yang sintesis-analitis karena sering di masukkan karangan non-ilmiah. Maksud dari karangan non-ilmiah tersebut ialah karena jenis Semi Ilmiah memang masih banyak digunakan misal dalam komik, anekdot, dongeng, hikayat, novel, roman dan cerpen.
Karakteristiknya :  berada diantara ilmiah.
Sumber :
http://amatirs.blogspot.com/2010/04/perbedaan-karangan-non-ilmiah-semi.html (diunggah oleh sumber pada april 2010 sedangkan di kutip oleh saya pada 29 Maret 2012)
http://agungaw.wordpress.com/2011/02/21/karangan-ilmiah-dan-non-ilmiah/ (diunggah oleh sumber pada 21 Februari 2011 sedangkan di kutip oleh saya pada 29 Maret 2012)
PERBEDAAN :
Dari pembahasan diatas dapat kita simpulkan bahwa perbedaan antara Karangan Ilmiah dengan Karangan Non Ilmiah adalah dari sisi fakta yang ditampilkan bila Karangan ilmiah sesuai dengan kenyataan yang ada atau realistis sedangkan Karangan Non Ilmiah bersifat fiksi atau hasil imajinasi penulis. Dari sisi penulisan pun Karangan Ilmiah bersifat formal dengan menggunakan EYD yang telah disempurnakan sedangkan Karangan Non Ilmiah penulisannya bersifat lugas dan santai serta sering menggunakan bahasa atau percakapan sehari-hari. Dan Karangan Semi ilmiah adalah perpaduan antara dua karangan sebelumnya yaitu Karangan Ilmiah dan Karangan Non Ilmiah.